OpenSUSE sebagai Primary Domain Controller (PDC)
Posted on : 06-Mar-2009
Melakukan konfigurasi OpenSUSE menjadi Primary Domain Controller dan File Server adalah fungsi
utama yang biasa dilakukan pada perusahaan yang ingin melakukan migrasi sistem servernya. Berikut
adalah tutorial melakukan setting Samba pada OpenSUSE 10.2 agar OpenSUSE bisa bertindak sebagai
pengganti Windows Server secara penuh. Artikel ini disumbangkan Vavai dan dirangkum dari 2 artikel
terpisah pada blog Migrasi Windows Linux milik Vavai, yaitu “Samba Server sebagai Primary Domain
Controller”
dfadf k
PERSIAPAN
Install
OpenSUSE 10.2.
Jika menggunakan distro linux lain tidak masalah. Mungkin ada beberapa perintah yang perlu
disesuaikan.
Buat
Catatan Mengenai Beberapa Setting
Misalnya, nama domain yang akan digunakan. Dalam contoh ini saya menggunakan vavai.co.id. Jika
perusahaan sudah memiliki PDC Windows Server yang sudah berjalan, cara paling aman adalah
membuat domain baru yang mirip. Dalam kasus yang saya simulasikan kali ini, domain sebelumnya
menggunakan vavai.com.
Pada dasarnya, hal ini untuk menghindari kemungkinan kalahnya Server Windows dalam
memperebutkan posisi Primary Domain Controller melawan Server Linux yang baru kita buat.
Takutnya, kita belum selesai melakukan setup server, ternyata Server Linux sudah mengumumkan
dirinya sebagai PDC dan langsung meminta Windows Server berhenti berkuasa sebelum waktunya,
hehehe…
Produksi Cairan Kulit Biji Jambu Mete
Posted on : 21-Feb-2009
Produk utama dari tanaman jambu mete ialah biji gelondong kacang mete dengan hasil samping berupa kulit biji mete yang mengandung CNSL (cashew nut shell liquid). CNSL merupakan sumber fenolat alami yang sangat berpotensi sebagai pengganti sumber fenol berbasis fosil. Pemanfaatan CNSL di Indonesia belum dilakukan secara maksimum karena kurangnya penerapan teknologi, baik pada teknik pengolahan kulit biji menjadi CNSL maupun pada teknik pengolahan CNSL menjadi bahan baku seperti untuk cat, vernis, dan sepatu rem. Sementara itu, kebutuhan cat dan impor rem di Indonesia semakin meningkat. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan CNSL untuk bahan baku industri cat dan sepatu rem kendaraan. Tahap pertama penelitian diarahkan pada pemilihan teknik ekstraksi CNSL, meliputi metode penggorengan, pengempaan, dan ekstraksi dengan pelarut. CNSL dari ketiga metode ini dianalisis rendemen, sifat fisiko-kimia, dan mutunya. Hasil ekstraksi terbaik didapat dengan metode pengempaan yang dilakukan pada suhu 125°C dan tekanan 200 kg/cm2 selama 15 menit. Metode ini menghasilkan rendemen 19.6% dengan viskositas 540 cP, bobot jenis 1.0099, kadar bahan atsiri 0.311%, bilangan asam 84.24, bilangan penyabunan 121.38, dan bilangan iodin 109.30.
Selanjutnya, CNSL dibuat vernis dengan menambahkan formaldehida dan bahan pengering. Hal ini dimungkinkan karena CNSL mengalami polimerisasi ketika kontak dengan oksigen bebas membentuk lapisan yang tipis, keras, dan kering. Produk terbaik diperoleh dari perlakuan pemberian bahan pengering MnO2 5% dan nisbah formaldehida terhadap CNSL 0.6:1 yang ditunjukkan dengan waktu kering selama 3 jam dan bobot jenis 0.8300 g/mL.
Tahap ketiga penelitian ialah pembuatan komponen pelunak gesekan sepatu rem dengan cara mempolimerisasi CNSL dengan formaldehida pada kondisi asam dan basa. Polimer yang dihasilkan memenuhi standar ASTM D 494-46 untuk komponen pelunak gesekan sepatu rem dan dihasilkan dari reaksi antara formaldehida dan CNSL pada kondisi basa dengan nisbah mol 0.9:1 pada berbagai komposisi penambahan heksametilena tetraamina (7.5, 10.0, 12.5, dan 15%).

