Selamat Datang

Selamat Datang

 Maaf Website ini masih dalam masa pembuatan..

Sekilas SMK Negeri 3 Kimia Madiun

Selamat datang di SMK Negeri 3 Kimia Madiun

gambar depanDidirikan pada tahun 28 Agustus1965 berlokasi di Rejo Agung dengan nama STM Negeri 2 Madiun dengan jurusan kimia industri yang lebih dikenal sebagai STM cair karena berhubungan dengan bahan-bahan cair dan kemudian pada tahun 1996 berpindah lokasi di jl. Mayjend Panjaitan no. 20A Madiun. Sesuai dengan SK no. 36929/104.7/PP/97 pada tanggal 05 Juni 1997 berganti sebagai SMK Negeri 3 Madiun. Dan sesuai SK no MK 000738 tanggal 18 mei 2005 menjadi sekolah yang terakreditasi B.

Pada tahun 2005 sekolah membuka jurusan baru yaitu Kimia Analis dan kabar berita menambah jurusan lagi yaitu minyak Atsiri. Serta mengembangkan diri dengan membangun sekolah filial baru di daerah Demangan untuk mencukupi kekurangan ruang belajar siswa.

Artikel

Produksi Cairan Kulit Biji Jambu Mete

Produk utama dari tanaman jambu mete ialah biji gelondong kacang mete dengan hasil samping berupa kulit biji mete yang mengandung CNSL (cashew nut shell liquid). CNSL merupakan sumber fenolat alami yang sangat berpotensi sebagai pengganti sumber fenol berbasis fosil. Pemanfaatan CNSL di Indonesia belum dilakukan secara maksimum karena kurangnya penerapan teknologi, baik pada teknik pengolahan kulit biji menjadi CNSL maupun pada teknik pengolahan CNSL menjadi bahan baku seperti untuk cat, vernis, dan sepatu rem. Sementara itu, kebutuhan cat dan impor rem di Indonesia semakin meningkat. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan CNSL untuk bahan baku industri cat dan sepatu rem kendaraan. Tahap pertama penelitian diarahkan pada pemilihan teknik ekstraksi CNSL, meliputi metode penggorengan, pengempaan, dan ekstraksi dengan pelarut. CNSL dari ketiga metode ini dianalisis rendemen, sifat fisiko-kimia, dan mutunya. Hasil ekstraksi terbaik didapat dengan metode pengempaan yang dilakukan pada suhu 125°C dan tekanan 200 kg/cm2 selama 15 menit. Metode ini menghasilkan rendemen 19.6% dengan viskositas 540 cP, bobot jenis 1.0099, kadar bahan atsiri 0.311%, bilangan asam 84.24, bilangan penyabunan 121.38, dan bilangan iodin 109.30.

Selanjutnya, CNSL dibuat vernis dengan menambahkan formaldehida dan bahan pengering. Hal ini dimungkinkan karena CNSL mengalami polimerisasi ketika kontak dengan oksigen bebas membentuk lapisan yang tipis, keras, dan kering. Produk terbaik diperoleh dari perlakuan pemberian bahan pengering MnO2 5% dan nisbah formaldehida terhadap CNSL 0.6:1 yang ditunjukkan dengan waktu kering selama 3 jam dan bobot jenis 0.8300 g/mL.

Tahap ketiga penelitian ialah pembuatan komponen pelunak gesekan sepatu rem dengan cara mempolimerisasi CNSL dengan formaldehida pada kondisi asam dan basa. Polimer yang dihasilkan memenuhi standar ASTM D 494-46 untuk komponen pelunak gesekan sepatu rem dan dihasilkan dari reaksi antara formaldehida dan CNSL pada kondisi basa dengan nisbah mol 0.9:1 pada berbagai komposisi penambahan heksametilena tetraamina (7.5, 10.0, 12.5, dan 15%).

Kepala Sekolah

Drs. S. Tavip Rijanto

Kep Sek SMKN 3 Kimia Madiun

Pesan Singkat

Blog SKIMA